Blog

‘Kok Gurunya Bapak?’: Stigma Pak Guru di PAUD
Oleh: Nyimas Gandasari Peneliti Asa Dewantara Cerita Pak Acep membuka stigma yang membuat guru laki-laki di PAUD serba salah, padahal anak justru butuh dunia yang lebih beragam. Di banyak PAUD, pemandangan guru laki-laki masih terasa asing. Bukan karena mereka tidak punya kapasitas, tapi karena kerja pengasuhan masih sering dianggap wilayah

PENDIDIKAN INTEGRAL UNTUK INDONESIA EMAS 2045
Oleh: Dr. Haidar Bagir, M.A. Ketua Dewan Pembina Asa Dewantara Untuk mengimbangi kecerdasan buatan, kita perlu pendidikan integral yang mencakup semua daya luhur manusia. Suatu kali sayaa ditelepon Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia meminta saya berbicara di depan pimpinan dan peneliti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentang “Pendidikan di

MEMAHAMI DANA PENDIDIKAN KITA
leh: Abdul Malik Gismar, Ph.D Direktur Eksekutif Asa Dewantara Kebanyakan orang mengira bahwa 20 persen dana APBN yang dialokasikan untuk pendidikan didistribusikan ke Kementerian Pendidikan. Mereka juga mengira sebagian besar dana tersebut untuk biaya program-program pendidikan. Inilah pengertian yang secara intuitif muncul ketika orang mendengar dana pendidikan 20 persen. Padahal,

Surat Cinta untuk Mas Nadiem Makarim
Oleh: Dr. Haidar Bagir, M.A Ketua Dewan Pembina Asa Dewantara Apa kabar, Mas? Semoga bersama keluarga, dan keluarga besar Kemendikbudristek, senantiasa sehat walafiat dan terus dikaruniai kekuatan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Tentu penuh dinamika, menjalankan ‘kapal besar’ Kemendikbud Ristek dalam terpaan gelombang pandemi Covid-19 saat ini. Namun saya yakin, Mas

PENDIDIKAN NASIONAL DAN RASIONALITAS EKONOMI
Oleh: Abdul Malik Gismar Dengan dijadikannya rasionalitas ekonomi sebagai filosofi dasar pendidikan, maka iapun menjadi parameter yang membatasi wacana untuk mencuri pemecahan krisis tadi sekaligus menjadi rujukan dan ideal untuk melakukan perombakan sistem pendidikan. Dalam konteks ini pulalah kalangan bisnis dan pendidikan sekolah menemukan partnership baru untuk bersama-sama merumuskan tujuan-tujuan

KEMBALI BERTANYA: APA TUJUAN SISTEM PENDIDIKAN KITA?
Oleh: Haidar Bagir Ratusan penelitian diselenggarakan, lebih banyak lagi artikel ditulis, dan tak terhitung diskusi dibuat orang untuk mengurai benang kusut teori, sistem, dan praktik pendidikan di negeri kita. Tetapi, sepertinya kita masih banyak berputar-putar di sekitar tempat kita mulai. Perbedaan pandangan terasa berlarut-larut, tak jarang yang berkembang malah debat

PENDIDIKAN MENGUBAH HIDUP
Oleh: Komaruddin Hidayat Sewaktu masih nyantri di Pondok Pabelan, Magelang, ada nasihat kiai yang masih melekat di hati, bahwa seseorang akan naik derajat karena ilmu pengetahuan, akhlak (integritas), dan membuang jauh-jauh sikap malas. Coba kita amati kehidupan sosial sekeliling. Banyak keluarga desa miskin berubah nasib ketika salah satu anak dan

PENDIDIKAN YANG MEMANUSIAKAN
Oleh: Haidar Bagir Dalam bukunya yang paling mutakhir berjudul Truth, Beauty, and Goodness Reframed: Educating for the Virtues in the Twenty-Firs Century, ahli pendidikan paling terkemuka dari Harvard, Howard Gardner, seperti menyesali pemikiran-pemikiran pendidikannya sendiri yang terdahulu. Karena, meski sudah menawarkan paradigma kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) yang amat revolusioner bagi

INTERKONEKSITAS ILMU PENGETAHUAN
Oleh: Komaruddin Hidayat Yang namanya universitas itu merupakan sarana dan upaya sistematis untuk mendekati dan memahami universum bagi komunitas intelektual kampus. Orang yang tamat jenjang tertinggi setelah studi di universitas, diharapkan mengenal realitas hidup yang universal dan diharapkan mampu menyumbangkan pemikiran untuk memecahkan problem sosial yang muncul. Makanya titelnya PhD,

PENDIDIKAN MENGUBAH HIDUP
Oleh: Komaruddin Hidayat Sewaktu masih nyantri di Pondok Pabelan, Magelang, ada nasihat kiai yang masih melekat di hati, bahwa seseorang akan naik derajat karena ilmu pengetahuan, akhlak (integritas), dan membuang jauh-jauh sikap malas. Coba kita amati kehidupan sosial sekeliling. Banyak keluarga desa miskin berubah nasib ketika salah satu anak dan

Guru Yang Menginspirasi
Oleh: Komarudin Hidayat Sewaktu belajar di pesantren, ada ungkapan kiai yang selalu saya ingat. Menurutnya, metode mengajar itu tak kalah penting dari materi yang hendak diajarkan. Namun guru yang baik jauh lebih penting daripada materi pelajaran dan metode pengajarannya. Jadi sosok guru merupakan aktor terpenting bagi suksesnya sebuah proses pembelajaran

Pendidikan Mengubah Hidup!
SEWAKTU masih nyantri di Pondok Pabelan, Magelang, ada nasihat kiai yang masih melekat di hati, bahwa seseorang akan naik derajat karena ilmu pengetahuan, akhlak (integritas), dan membuang jauh-jauh sikap malas. Coba kita amati kehidupan sosial sekeliling. Banyak keluarga desa miskin berubah nasib ketika salah satu anak dan warganya memperoleh pendidikan